Wow, halo blog gue yang jarang terjamah, ha ha ha.
Apalagi lah ini alasan yang bisa gue ungkap soal kenapa jarang ngeblog?
Males? Pasti.
Sibuk? Banget.
Ah, ya sudah lah. Tanpa berpanjang lebar, gue hadirkan postingan terbaru di mari.
Awal Mula Ketularan Demam Lari
Jadi, gue mau cerita soal aktivitas baru nih. Apa tuh? Yes, itu adalah lari. L-A-R-I. Sejak awal bulan ini gue lari empat hari seminggu guys, luar biasa sekali kan.
Pasti ada awal mula nih kenapa gue yang enggak pernah bahas soal lari, tiba-tiba malah jadi rajin bangun pagi buat olahraga.
Sebenernya gue bukan yang ngga pernah olahraga sama sekali. Gue biasanya main tenis. Malah enggak pernah lari sama sekali. Temen-temen gue dan banyak orang pada lari, gue sih ogah. Apalagi gue ngeliatnya mereka-mereka yang lari tuh pada share ini lah, itu lah di medsos. Kayak yang pamer gitu. Apalagi yang main padel.
Nah, Juli kemarin gue tiba-tiba ditelpon sama kawan dan diundang liputan Maybank Marathon di Bali. Tahun lalu sebenernya juga diajak, tapi yang jalan bos gue.
Kebetulan liputannya juga bisa ikutan event larinya. Walau gue bukan pelari, gue ayok aja lah. Dipikir-pikir, udah lama juga gue enggak liputan ke luar kota, Bali pula. Bisa agak refreshing di tengah bosannya WFH dan ngasuh bayi.
Gue bilang ke kawan gue itu, gue ikut ke Bali, tapi enggak lari soalnya baru cedera kaki. Beberapa minggu sebelum diajak ke Bali memang gue tuh abis benturan kaki sama tetangga pas main mini soccer. Kawan gue bilang enggak apa-apa enggak lari.
Nekat Ikut Race di Bali Tanpa Persiapan
Pas tiba di Bali, ketemu kawan-kawan dari media lain. Beberapa ada yang sudah gue kenal. Dan wow banget ya ternyata mereka tuh pelari. Suka ikut event juga. Sampai tahap perkenalan dengan teman-teman baru, gue masih yakin gue enggak akan ikutan lari.
Meski niatnya enggak akan ikutan race, sebenernya gue bawa juga sepatu lari dan outfit yang pas. Karena gue pikir kan walau gue enggak lari setidaknya gue menyesuaikan lah dengan acaranya.
Tapi, setelah mengamati teman-teman baru gue ini, kok mereka antusias banget ya sama lari? Obrolan kala santai aja soal lari. Ya udah deh, gue jadi ikut aja. Soalnya gue kan memang sudah daftar ya, sudah dapet BIB juga. FYI, gue daftar ikut kategori 10K.
Gue sempet kepikiran sama kaki gue yang pernah cedera. Tapi, kebetulan ketemu dokter ortopedi yang jadi pacer di lokasi. Setelah gue konsultasi gratisan dan dokter bilang kaki gue aman buat dipacu, gue membulatkan tekad untuk ikut eventnya.
Jadi lah gue banyak tanya-tanya ke teman-teman gue yang udah berpengalaman banget soal persiapan. Dari A-Z gue lahap tuh informasi dalam waktu singkat.
Sampai akhirnya pada Minggu, 23 Agustus 2026 pukul sekitar 07.31 Wita, gue berhasil menyelesaikan race pertama gue dengan chip time 1.27.22. GILA!!! Gue yang enggak pernah lari, tanpa persiapan sama sekali, tau-tau bisa finish strong.

Dari “Sekali Aja” Malah Mau Next Level
Eits, tapi jangan pada ngira gue langsung berpikir akan jadi pelari setelah race. Setelah bisa finish aja gue langsung mikir itu adalah race pertama dan yang terakhir. Gue masih suka tenis, enggak akan jadi pelari.
Masalahnya, makin banyak informasi yang masuk ke kepala gue setelah race. Teman-teman yang tau gue sukses finish juga malah ngedorong gue untuk ikutan half marathon. Ya ilah, jauh itu bos 21 km. Setelah mikir singkat, iya deh ayo kalo gitu. Another 10K, half marathon, full marathon, ok gue siap.
Tapi, lari ini kan olahraga yang full impact. Mentang-mentang gue pernah 10K, enggak mungkin gue langsung ke half atau full marathon kan. Gue masih sayang jantung sama kaki gue. Pas 10K di Bali aja gue cape luar biasa.

Maka dari itu, nyampe Jakarta lagi, gue langsung browsing informasi yang gue butuhkan supaya siap ke next level.
Yah, tapi memang pada akhirnya gue ikutan berburu baju dll ya kayak pelari pada umumnya, ha ha ha. Baju dan kaos kaki sih yang sudah nambah. Celana memang sudah punya beberapa sebelum ke Bali.
Jadi gitu lah ceritanya kenapa gue belakangan suka lari. Panjang banget ya ceritanya.
Btw, sekarang gue masih pace 8.50, kalian berapa? Komen2 dipersilakan. Jadi running buddies juga boleh.

